LPMPP Melaksanakan Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Akreditasi 2025 Dan Rencana Akreditasi 2026 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Diposting pada

Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Akreditasi Tahun 2025 dan Rencana Akreditasi Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Multimedia Lantai 1 Gedung Rektorat Untirta Sindangsari dan dihadiri oleh pimpinan unit, ketua jurusan, koordinator program studi, serta perwakilan Gugus Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran (GPMPP) di Lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (Serang, 20 Januari 2026).

Acara dibuka melalui sambutan Kepala LPMPP Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, S.T., M.T., ASEAN Eng, yang menekankan pentingnya sinergi antar unit akademik dalam menjaga dan meningkatkan peringkat akreditasi sebagai indikator mutu pendidikan tinggi. Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Rusmana, Ir., M.P., memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Akreditasi 2025 Dan Rencana Akreditasi 2026.

Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk melakukan refleksi komprehensif terhadap capaian akreditasi program studi dan institusi selama tahun 2025, sekaligus merumuskan strategi, kesiapan, dan langkah sistematis dalam menghadapi proses akreditasi tahun 2026. Evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) guna menjamin keberlanjutan mutu akademik, tata kelola, dan kinerja tridarma perguruan tinggi.

Agenda inti kegiatan diisi dengan paparan evaluasi pelaksanaan akreditasi tahun 2025, pemetaan rencana dan kesiapan akreditasi tahun 2026, serta pembahasan aspek strategis yang meliputi sumber daya manusia dan kurikulum. Paparan tersebut disampaikan oleh para narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang penjaminan mutu dan akreditasi perguruan tinggi, serta dimoderatori secara akademik untuk mendorong diskusi yang konstruktif dan solutif.

Paparan materi yang membahas aspek-aspek strategis akreditasi. disampaikan oleh Prof. Dr. Heni Pujiastuti, M.Pd., yang memaparkan secara sistematis Evaluasi Pelaksanaan Akreditasi Tahun 2025 berdasarkan capaian kriteria dan indikator utama akreditasi. Paparan difokuskan pada analisis kesenjangan (gap analysis) antara dokumen akreditasi dan implementasi faktual di tingkat program studi, konsistensi pelaksanaan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), serta pemetaan faktor penentu keberhasilan dan kendala struktural dalam pemenuhan standar mutu. Evaluasi ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis bukti (evidence-based quality assurance) dalam menjamin validitas dan keberlanjutan mutu akademik.

Selanjutnya, Prof. Dr. Rida Oktorida Khastini, S.Si., M.Si. menyampaikan materi mengenai Rencana Strategis dan Kesiapan Akreditasi Tahun 2026. Materi ini menitik beratkan pada penyusunan strategi akreditasi yang berbasis data kinerja tridarma, keterpaduan dokumen SPMI dengan instrumen akreditasi terbaru, serta penguatan tata kelola akademik yang adaptif terhadap perubahan kebijakan akreditasi nasional. Paparan ini menekankan urgensi perencanaan akreditasi jangka menengah yang terintegrasi dengan rencana strategis fakultas dan universitas guna memastikan konsistensi peningkatan mutu.

Aspek sumber daya manusia (SDM) disampaikan oleh Prof. Dr. Alimuddin, S.T., M.M., M.T., dengan fokus pada kontribusi SDM terhadap capaian indikator akreditasi dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Materi ini menyoroti pentingnya penguatan kualifikasi dan jabatan fungsional dosen, rekam jejak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta sistem pengelolaan kinerja dosen dan tenaga kependidikan yang terukur dan terdokumentasi. Dalam konteks akreditasi, SDM diposisikan sebagai elemen strategis yang menentukan kualitas proses pembelajaran, luaran lulusan, dan reputasi akademik institusi.

Sementara itu, materi terkait Kurikulum disampaikan oleh Prof. Dr. Yudi Juniardi, S.Pd., M.Pd., yang mengkaji keselarasan kurikulum dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL), profil lulusan, serta kebutuhan pemangku kepentingan. Paparan ini menegaskan pentingnya integrasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ke dalam struktur kurikulum yang terdokumentasi secara sistematis dan terukur. Kurikulum dipandang tidak hanya sebagai dokumen akademik, tetapi sebagai instrumen strategis dalam menjamin relevansi, mutu, dan daya saing lulusan yang menjadi indikator utama penilaian akreditasi.

Melalui kegiatan evaluasi ini, LPMPP Untirta berharap seluruh unit akademik memiliki pemahaman yang seragam dan komprehensif terkait arah kebijakan akreditasi, serta mampu mempersiapkan diri secara lebih sistematis dan terukur dalam menghadapi akreditasi tahun 2026. Kegiatan ini menegaskan komitmen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.