Dalam rangka memperkuat mutu pembelajaran dan menjamin ketercapaian kompetensi lulusan secara terukur, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) menyelenggarakan kegiatan Implementasi Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE): Pembelajaran dan Evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai forum akademik lintas fakultas dan program studi untuk memperdalam pemahaman konseptual sekaligus praktik implementatif OBE dalam proses pembelajaran dan sistem evaluasi capaian pembelajaran. (Serang, 28 Januari 2026)
Kegiatan ini diikuti oleh para ketua jurusan, koordinator program studi pada jenjang sarjana, magister, doktor, hingga program profesi dan diploma, serta koordinator Gugus Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran (GPMPP) dari seluruh fakultas di lingkungan Untirta. Kehadiran para pengelola akademik tersebut menegaskan posisi strategis kegiatan ini sebagai instrumen penguatan tata kelola akademik berbasis capaian pembelajaran.
Kepala LPMPP Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, S.T., MT pada sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kapasitas pengelola akademik dalam mengimplementasikan OBE secara konsisten pada seluruh program studi. Implementasi OBE diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan dokumen kurikulum, tetapi tercermin dalam praktik pembelajaran dan evaluasi yang mendorong peningkatan mutu berkelanjutan serta kesiapan menghadapi akreditasi nasional dan internasional. Sedangkan sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Rusmana, Ir., M.P. menyampaikan pentingnya peran pimpinan akademik dan pengelola program studi dalam memastikan keterkaitan antara capaian pembelajaran lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah, serta sistem asesmen yang akuntabel. Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi OBE dapat memperkuat mutu pembelajaran dan mendukung peningkatan kualitas akademik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa secara berkelanjutan, kemudian sambutan dan dibuka secara resmi oleh Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan OBE tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen kurikulum, tetapi oleh konsistensi pelaksanaan dan keterlibatan seluruh sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, Rektor berharap penguatan implementasi OBE dapat meningkatkan mutu pembelajaran, daya saing lulusan, serta mendukung akreditasi dan reputasi akademik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Secara substantif, agenda kegiatan difokuskan pada pendalaman implementasi kurikulum OBE dalam dua aspek utama, yaitu desain dan pelaksanaan pembelajaran serta sistem evaluasi capaian pembelajaran. Pembahasan diarahkan untuk memastikan adanya constructive alignment antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, metode pembelajaran, serta instrumen asesmen yang digunakan oleh dosen di kelas. Pendekatan ini dipandang krusial dalam menjamin bahwa setiap aktivitas pembelajaran secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian kompetensi lulusan yang telah dirumuskan.
Dalam konteks pembelajaran, implementasi OBE dibahas sebagai pergeseran paradigma dari pendekatan content-based menuju student-centered learning. Hal ini disampaikan oleh narasumber Prof. Dr. Yudi Juniardi, M.Pd dengan menekankan pentingnya perancangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berorientasi pada capaian, penggunaan metode pembelajaran aktif dan kontekstual, serta integrasi pengalaman belajar yang mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah mahasiswa sesuai karakteristik bidang keilmuan masing-masing program studi.
Narasumber berikutnya Prof. Dr. Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa, M.Si memaparkan terkait aspek evaluasi pembelajaran menjadi fokus penting dalam kegiatan ini. Evaluasi tidak lagi dipahami semata sebagai pengukuran hasil akhir, tetapi sebagai proses sistematis untuk menilai ketercapaian CPL dan CPMK melalui instrumen asesmen yang valid, reliabel, dan transparan. Pembahasan diarahkan pada pengembangan rubrik penilaian, pemetaan asesmen terhadap CPL, serta pemanfaatan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement) dalam pembelajaran dan kurikulum.
Selain itu, kegiatan ini juga menyoroti keterkaitan implementasi OBE dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan proses akreditasi nasional maupun internasional. Implementasi OBE diposisikan sebagai fondasi akademik dalam pemenuhan standar akreditasi, khususnya dalam menjamin keterukuran capaian pembelajaran, konsistensi implementasi kurikulum, dan akuntabilitas mutu pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan Implementasi Kurikulum Berbasis OBE: Pembelajaran dan Evaluasi ini, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa diharapkan mampu menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas pengelola akademik dalam mengimplementasikan OBE secara utuh dan berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan komitmen Untirta dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian pembelajaran, relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan, serta adaptif terhadap dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan dunia kerja.











