LPMPP UNTIRTA Menerima Kunjungan Benchmarking Politeknik Negeri Batam Terkait Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Diposting pada

Dibaca: 19 kali

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)  melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Menerima Kunjungan Benchmarking Politeknik Negeri Batam. Kegiatan Benchmarking berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Kampus UNTIRTA Sindangsari, (Serang, 4 Februari 2026).

Pada pertemuan kunjungan ini, di sambut oleh Kepala LPMPP P Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, ST.,MT.,IPM.,ASEAN Eng; Sekretaris LPMPP Prof. Dr. Helmi Yazid, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., CPA., ASEAN CPA, para Kepala Pusat Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran dengan agenda diskusi terkait  informasi dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebijakan dan praktik pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Agenda kunjungan difokuskan pada pembahasan konsep pengelolaan sampah terpadu yang mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Selain itu, kunjungan ini juga membahas mekanisme operasional pengelolaan sampah di tingkat institusi, peran dan partisipasi sivitas akademika, serta dukungan kelembagaan yang menopang keberlanjutan program pengelolaan lingkungan kampus.

Sementara itu Politeknik Negeri Batam dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum beserta Jajarannya, menyatakan harapan bahwa melalui benchmarking ini, berharap dapat memperoleh referensi konseptual dan praktik terbaik (best practices) yang dapat diadaptasi dalam pengembangan dan penyempurnaan sistem pengelolaan sampah di lingkungan kampusnya. Hasil kunjungan ini diharapkan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan internal, penyusunan sistem operasional, serta penguatan partisipasi sivitas akademika dalam mewujudkan kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Agenda selanjutnya membahas secara rinci sistem pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan di lingkungan kampus, meliputi mekanisme pemilahan sampah di sumber, alur pengumpulan dan pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga strategi pengurangan timbulan sampah (waste reduction) melalui perubahan perilaku sivitas akademika. Pembahasan ini dilengkapi dengan penjelasan mengenai standar operasional prosedur (SOP), pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung, serta skema pengawasan dan evaluasi yang memastikan keberlanjutan program.

Selain aspek teknis, agenda kunjungan juga menitik beratkan pada peran sivitas akademika dalam mendukung efektivitas pengelolaan sampah kampus. Untirta memaparkan model pelibatan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan melalui integrasi program pengelolaan sampah ke dalam kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta aktivitas kemahasiswaan. Pendekatan partisipatif ini dinilai sebagai faktor kunci dalam membangun budaya peduli lingkungan dan memastikan keberlanjutan program pengelolaan sampah di tingkat institusi.

Pembahasan agenda kunjungan mencakup dukungan kelembagaan yang menopang pelaksanaan pengelolaan sampah, baik dalam bentuk struktur organisasi, pembagian peran antar unit, maupun dukungan kebijakan dan pendanaan. Dukungan kelembagaan tersebut menjadi elemen strategis dalam menjamin konsistensi implementasi program, sekaligus sebagai instrumen pengendalian mutu dan akuntabilitas pengelolaan lingkungan kampus.

Kunjungan akademik ini mencerminkan komitmen bersama antar perguruan tinggi dalam memperkuat peran institusi pendidikan tinggi sebagai pusat pembelajaran dan inovasi dalam pengelolaan lingkungan, sekaligus memberikan perubahan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.